Rembulan Jatuh Di Wajahmu
Seperti rembulan kemanapun ia ada
Aku pasti tau dia akan datang di saat malam
Seperti matahari yang selalu menerangi kemanapun aku peri
Seperti unggun di lingkup hujan menjadi penghangat bagi setiap jiwa
Serpihan hati ku merindu
Merinduku dalam rentang jarak dimensi angan
Angan yang tersirat dalam desir angin
Angin yang membawa kasih sayangmu Ibu
Tertatih jiwamu menghadirkan ku di dunia ini
Ketika engkau menangis
Tertusuklah aku dengan ribuan duri laksana pedang yang jatuh dari awan
Aku manusia biadab jika aku terlena dalam menghardikmu
Aku manusia nista jika aku mengeluhkan keinginanmu
Aku manusia hina ketika aku memvonismu dengan teriakanku
Ibu..
Jarak, waktu, bukanlah dinding pemisah
Ku abadikan semangatmu dalam menggapai cita-citaku
Senyummu adalah avtur pembakar agar ku terbang tinggi
Ilmu ku kuhadirkan untukmu tercinta
Gapai cita layaknya rembulan
Yang hanya kupersembahkan untukmu, Ibu..
